Kamis, 29 Mei 2014

Tips Mengelola Gangguan Jiwa dalam Berbagai Keadaan

Mungkin nggak bisa digeneralisir, & ini hanya dari pemikiran saya saja, dari sudut pandang ODS yang sudah pulih.

1. Belajar menahan diri

Saat meminta sesuatu, biasanya ods tidak sabaran karena selalu ingin cepat mendapatkannya atau memaksa orang lain agar keinginannya cepat terpenuhi. Jika tidak segera terpenuhi punya kecenderungan mudah marah-marah atau emosi.
Saran buat caregiver, belajarlah untuk mencoba mengulur waktu, jangan langsung dipenuhi apa yang diminta, katakan padanya dengan sopan tapi tegas bahwa sedang disiapkan. Mencoba untuk mengulur waktu sama halnya mengajari si penderita untuk belajar sabar….sedangkan buat ODS, belajarlah untuk menunda sebentar apa yang sudah kamu minta. Tunggulah sesaat, misalnya jika meminta sesuatu tunggulah 10-15 menit jika belum mendapat respon, jika sudah lewat waktu itu cobalah untuk minta lagi. Proses ini adalah proses belajar menyabarkan diri buat ODS.

2. Memberi apresiasi

Belajarlah untuk selalu memberi apresiasi buat beberapa hal sederhana yang telah bisa dilakukan ODS. Saat minum obat misalnya, berikan pujian walau sekedar kasih tanda jempol saat ODS baru saja minum obat. Itu sama halnya memberikan tanda persetujuan & apresiasi atas tindakannya yang benar. Jangan setiap minum obat adalah saat-saat yang biasa-biasa saja bagi keluarga. Peran obat memang penting buat ODS, tapi sadarkah keluarga yang lain bahwa setelah minum obat si ODS akan mengalami kondisi yang kurang enak karena mengantuk, kepala berat dll, itulah perjuangan buat ODS yg mungkin kurang disadari oleh keluarga. Memberikan apresiasi berupa tanda jempol, tepukan dipunggung atau menyediakan air minum/obat atau menemaninya minum obat adalah saat berkesan buat ODS dan juga tanda nyata dukungan atas perjuangannya melawan efek obat yang ngga ringan. Seandainya diperbolehkan dokter, coba deh salah satu keluarga yang sehat minum obat 1X saja seperti yang dikonsumsi si ODS dan coba rasakan efeknya kemudian.
Sekedar cerita, saya pernah berada di sebuah aula yang besar di tempat kerja saat semua karyawan berkumpul untuk sebuah acara khusus menjelang jam makan siang. Disaat semua karyawan mendengarkan pidato boss besar, saya malah lagi berat-beratnya menahan diri supaya ngga pules tertidur. Padahal saya sudah minum obat sejak pagi hari, nah obat yang saya minum saat itu adalah 3X sehari..itu artinya selama +/- 6 bulan saya harus berjuang keras melawan pengaruh obat yang memberatkan kepala & sangat mengganggu dalam bekerja…

3.Belajar keluar

Membiarkan ODS selalu berada di dalam rumah/kamar dalam waktu lama tidak akan mengangkatnya berada dalam kondisi yang lebih baik. Dan membiarkannya selalu sendirian akan membuatnya makin tenggelam, walau bagi ODS kamar adalah daerah yang sangat nyaman. Bagi keluarga, berinisiatif utk sering mengajaknya keluar rumah adalah hal yang sangat baik. Bertemu dengan keluarga/saudara2 yg lain dlm arisan misalnya sm halnya membuatnya “belajar diluar”. Hanya saja sebagian besar (mungkin) ODS cenderung tidak nyaman berada dalam situasi ramai. Bgm menyiasatinya ? ODS mungkin akan nyaman jika diberi kesibukan atau pengalih perhatian saat berada dalam situasi banyak orang atau ramai, daripada ikut terlibat pembicaraan dalam komunitas yang ramai tsb. 
Kalau saya, saya akan menyibukan diri dgn bermain sama anak-anak yg msh kecil daripada gabung ngobrol2 dgn orang dewasa dan buat saya ini sangat efektif dlm membuat sy nyaman. Solusi yg lain bisa jg diambil, yaitu pilihlah salah seorang dari yang hadir utk menemaninya ngobrol, tentu saja yg orangnya bisa “asyik” dgn si ods dan jangan sembarang orang. Biasakanlah hal tsb dan ini akan membuatnya senang & nyaman dgn keberadaannya di lingkungan yg ramai tsb. Pada akhirnya, sy jg bisa & terbiasa bergabung dgn semuanya..

4.Memberikan/punya tanggung jawab

Penderita atau ODS akan sulit pulih jika diabaikan dalam arti dia merasa tidak dibutuhkan atau tidak merasa punya tanggung jawab apapun dalam keluarga. Maka ODS perlu dilatih untuk punya tanggung jawab (atau mungkinkah dipaksakan utk punya tanggung jawab buat hal2 khusus??). Kalo buat saya pribadi, saya memaksakan diri bahwa saya harus jadi pribadi yang bertanggung jawab……saya sih berpikiran bahwa sejak punya KTP berarti saya punya porsi besar dalam bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri……jadi ODS memang sebuah beban berat tetapi punya tanggung jawab dalam hal2 tertentu tetap jadi keharusan karena nggak akan selamanya-kan keluarga/caregiver jadi tempat berteduh.
Buat yang sudah bekerja, menurut pengalaman & pemahaman saya (ngga harus sama ya), bekerja adalah sebagian dari pelepasan energi jiwa juga & ini adalah bagian penting dari terapi. Ada sesuatu yang agak berbeda bahwa ODS itu mampu bekerja atau punya usaha, walau buat orang normal sih, bekerja itu hal biasa & memang harus. Hambatan yang saya hadapi saat bekerja adalah sisa pengaruh obat yang dikonsumsi malam hari sebelumnya, makanya bangun dari tidur bangun dari tidur sudah merupakan perjuangan awal buat ODS. Nah, makanya keluarga mesti bijak-bijak bersikap saat ODS-nya susah bangun tidur untuk bekerja. Menegur dengan tidak tepat malah akan membuat ODS mungkin kesal & memproteksi diri dengan terus tidur aja…(nah, istri saya nggak maksa-maksa kalo saya agak males bangun). Masalah saya yang lain lagi adalah sering kehilangan mood dalam bekerja, bahkan kerjaan ringanpun malas dikerjakan, tapi kalo mood baik maka kerjaan banyakpun oke-oke saja. Makanya mood si ODS mesti dijaga baik saat dia berangkat kerja. Nah, salah satu cara saya jaga mood baik adalah harus cium anak-istri waktu mau berangkat kerja.
Hal lainnya, berikan apresiasi yang berbeda untuk ODS setelah kembali bekerja. Orang lain kan ngga terlalu tahu apa saja yg terjadi dalam dunia kerja yang dihadapi ODS, karena terkadang masalah sering disimpannya. Kalo yang normal sih, punya kapasitas atau pola sikap yang lebih kuat dalam menanggung beban masalah dalam pekerjaan. Dimarahin atasan atau masalah lainpun (dicuekin misalnya) dampaknya agak besar buat ODS, makanya mungkin banyak ODS yang kurang tahan dalam dunia kerja. 
Saya pernah ngalamin hampir dalam waktu yang cukup lama seperti dalam kondisi "jobless", & akirnya hanya menantikan jam makan siang & jam pulang kerja, karena bĂȘte berat & ingin cepat-cepat tidur pules di rumah. (tapi sekarang sudah ngga lagi).
Jadi mempertahankan pekerjaaan tidak semata tugas ODS sendirian, peran keluarga dalam memotivasi atau sering jadi penampungan curhat ODS mesti optimal bahkan mesti agak lebih. Jadi pada intinya,berikan apresiasi buat ODS yang bekerja, karena bekerja atau bertahan kerja atau punya usaha lainnya itu luar biasa buat ODS. Perubahan kearah positif sekecil apapun mesti disyukuri & dibanggakan dan nyatakan itu secara tepat kepadanya, pasti itu akan lebih membangun semangat hidupnya..karena bekerja juga bagian interaksi sosial buat ODS buat belajar bersikap dengan wajar.

Salam Sahabat
Salam Sehat Jiwa

Sumber : https://www.facebook.com/groups/268049369901885/permalink/553198324720320/

Rabu, 28 Mei 2014

Benang tipis antara datang dan pergi

         Sejak saat itu.. tepatnya tanggal 12 Mei 2014.. Semua berawal dari sana. awal dimana semua kebimbangan datang dan menyergap dari segala arah. Semua suara berpadu menjadisatu agar aku berhenti dari dunia yang tak seharusnya aku jalani ini. Aku bukan tipe orang yang bisa diatur oleh rumus inilah itulah. Tapi aku dipaksa untuk menjadi seperti itu. Benar benar merasa berada di puncak kejenuhan. Akhirnya aku putuskan untuk berhenti masuk kuliah. Pagi itu akupun pulang tanpa memberitahu orang rumah tentang kondisku sekarang. Selain aku pulang untuk meng iyakan pikiran ini. Aku juga harus pulang untuk mengantar kan saudara yang dalam kondisi mendesak penting. Pada tanggal itu pula ternyata diadakan quiz (semacam ulangan harian sewaktu SMA) berjumlah 3 Matkul kayaknya. Sudah tidak ada fikiran pengen masuk kelas itu lagi. Apalagi menginjakkan kaki di Universitas itu. entah kenapa perasaan dan pikiran itu ada. Mungkin karena aku tidak dalam kondisi seharusnya.
           Menjelang sore. Semua tampak biasa dari luar. Aku juga menjalankan hariku dengan tampak biasa sekali. Tapi orang yang ramai di kerumunan atas kepalaku tak mau juga diam. Kesabaranku terus diuji. Karena, capek denga kondisi seperti itu. Aku memilih tidur panjang dengan alasan perjalanan yang melelahkan saat di tanya orang rumah nanti.
          Keesokan harinya semua tampak sama. Tak ada yang berbeda tetap ramai. Bising sekali. Di pagi yang cerah dan melegakan hati karena tak berada di panci bertekanan yang siap mem-presto ideologi anda yang ga bener soal mahasiswa itu. Benar benar merasa bebas. Aku memutuskan untuk jalan jalan ke Gorang - gareng, Magetan. Aku berharap dapat pencerahan dari sepinya makam, Suara angin yang bernyanyi diantara padi padi hijau yang baunya basah basah segar itu. Sesampainya disana benar benar tak seperti yang diharapkan. Aku hanya mendapatkan terik matahari yang begitu panas. Aku putuskan disana hanya untuk makan di warung tepat pinggir sawah dimana aku sedang bertengger. Sayup sayup suara adzan kudengar dan aku beranjak pulang ke rumah. Lagi lagi aku berhenti tepat di daerah madigondo, magetan. Disana aku berharap mendengar suara angin tadi. dan akhirnya aku mendapatkan suara dan hembusan segar itu.yang kudapat diantara bayangan pohon senja yang mebuat pemandangan jalan menuju madiun-magetan tampang clong-clong. Dan hari itu juga tak berkesan lagi.
          Lagi lagi kesendirian ini bisa membunuhku. Rasanya ingin menjadikan imajinasiku atau bayangan semu-ku itu sahabatku saat aku ngapain aja. merasa apa aja, dan sedang apa aja. Lagi lagi aku harus membuat benteng antara aku dan "dia". 

Bayanganku, Imajinasiku..
Apa tak kau sudahi saja membayangiku seperti ini..
Memang benar aku tak bisa hidup tanpamu..
Kau yang selama ini menemani kesendirianku..
Tapi kau juga yang membuat diriku menjauh dari dari mereka..
Tak adakah yang kau kerjakan lain selain ini..
Selain mejauhkanku dari kehidupanku yang nyata..
Aku ingin..
Hidup seutuhnya, Wahai suara dan bayang semu..
Hidup seutuhnya sebagai manusia yang wajar..
Kau boleh hadir..
Tapi jangan kau usik aku..
Aku berhenti minum obat penenang..
Berhenti bicara saat tak ada yang kau sebut pengganggumu itu..
Manusia itu temanku..
Biarkan aku hidup seperti layaknya manusia..
Kalau manusia itu pengganggumu..
Musuhmu..
Jauhi dia.. Jauhi aku..
Aku juga manusia..
Yang tak ingin kau ganggu..
Kita bisa hidup dengan damai tanpa saling mengganggu..
Kau begitu indah..
Akan lebih indah saat kau pergi..
Aku memang akan merindukanmu..
Itu bukan berarti kau boleh kembali..
Pergilah..
Aku mohon..
Tuhan bantu aku..

Hari ini tanggal 28 Mei 2014, 

Kau kembali dengan berjuta kenangan indah.. 
Saat aku melalui masa beratku dulu..
Ingin rasa menerima kamu kembali..
Tapi..
Itu HARAM dan tak boleh dilakukan..
Hiduplah dengan duniamu..
Aku punya dunia sendiri..
Imajinasiku, datnglah saat aku berkarya..
Pergilah saat aku menjalani kehidupan..
Karya sastra, Karya lukis, Karya lisan..
Hadirlah disana..
Jadikan semua indah pada tempat dan waktu..
Yang ditakdirkan tuhan..
Dan kupilihkan untukmu..
Salam rinduku..

Hati ini sedikit lega setelah aku menuliskanmu cerita ini. Kau tersenyum juga kan melihatku. Aku melihatmu dengan cara yang berbeda.. Keluarga.. Psikiater.. Selalu ingin membunuh mu.. Aku tak tega kau pergi jauh.. Kau teman tapi musuh.. Aku benci tapi rindu sama kamu.. Sudah 3 Minggu aku ga masuk kuliah.. Entah ini karena kamu atau bukan.Yang penting rame sekali disini.. Jangan bawa temen temen kamu kesini.. ya.. Kamu boleh kesini.. Bawain cinta ama ketulusan.. Jangan lupa bawain air penghilang nafsu ingin memiliki dan nafsu ingin mengikat.. teman teman kamu yang namanya dendam, masa lalu, kebencian, kemunafikan, Jangan di bawa lagi.. Eh, tapi kenapa iri, minder, dan cemas juga kamu ajak? Suruh pulang. Bilangin ama dia.. Aku lagi ga butuh itu buat kuliahku.. Aku sayang kamu.. Aku tak bisa memungkiri itu.. Tapi aku juga tak bisa memungkiri bahwa aku ingin menjadi manusia.. Ingin mencintai.. Meski wanita adalah makhluk yang tak kau sukai.. Aku tetap selalu mungkin mendapatkan yang lebih dari kamu, sayang.. Entah perhatiannya, kasih sayangnya, waktunya dan juga pengorbanannya :D  Si pemalas suruh pulang yaa.. Aku ga mau lagi dia ada..

Selamat Sore..
Salam Sehat Jiwa..
Dari sini..