Mungkin nggak
bisa digeneralisir, & ini hanya dari pemikiran saya saja, dari sudut
pandang ODS yang sudah pulih.
1. Belajar menahan diri
Saat meminta
sesuatu, biasanya ods tidak sabaran karena selalu ingin cepat mendapatkannya
atau memaksa orang lain agar keinginannya cepat terpenuhi. Jika tidak segera
terpenuhi punya kecenderungan mudah marah-marah atau emosi.
Saran buat
caregiver, belajarlah untuk mencoba mengulur waktu, jangan langsung dipenuhi
apa yang diminta, katakan padanya dengan sopan tapi tegas bahwa sedang
disiapkan. Mencoba untuk mengulur waktu sama halnya mengajari si penderita
untuk belajar sabar….sedangkan buat ODS, belajarlah untuk menunda sebentar apa
yang sudah kamu minta. Tunggulah sesaat, misalnya jika meminta sesuatu
tunggulah 10-15 menit jika belum mendapat respon, jika sudah lewat waktu itu
cobalah untuk minta lagi. Proses ini adalah proses belajar menyabarkan
diri buat ODS.
2. Memberi apresiasi
Belajarlah untuk
selalu memberi apresiasi buat beberapa hal sederhana yang telah bisa dilakukan
ODS. Saat minum obat misalnya, berikan pujian walau sekedar kasih tanda jempol
saat ODS baru saja minum obat. Itu sama halnya memberikan tanda persetujuan
& apresiasi atas tindakannya yang benar. Jangan setiap minum obat adalah
saat-saat yang biasa-biasa saja bagi keluarga. Peran obat memang penting buat
ODS, tapi sadarkah keluarga yang lain bahwa setelah minum obat si ODS akan
mengalami kondisi yang kurang enak karena mengantuk, kepala berat dll, itulah
perjuangan buat ODS yg mungkin kurang disadari oleh keluarga. Memberikan
apresiasi berupa tanda jempol, tepukan dipunggung atau menyediakan air minum/obat
atau menemaninya minum obat adalah saat berkesan buat ODS dan juga tanda nyata
dukungan atas perjuangannya melawan efek obat yang ngga ringan. Seandainya
diperbolehkan dokter, coba deh salah satu keluarga yang sehat minum obat 1X
saja seperti yang dikonsumsi si ODS dan coba rasakan efeknya kemudian.
Sekedar cerita,
saya pernah berada di sebuah aula yang besar di tempat kerja saat semua
karyawan berkumpul untuk sebuah acara khusus menjelang jam makan siang. Disaat
semua karyawan mendengarkan pidato boss besar, saya malah lagi berat-beratnya
menahan diri supaya ngga pules tertidur. Padahal saya sudah minum obat sejak
pagi hari, nah obat yang saya minum saat itu adalah 3X sehari..itu artinya
selama +/- 6 bulan saya harus berjuang keras melawan pengaruh obat yang
memberatkan kepala & sangat mengganggu dalam bekerja…
3.Belajar keluar
Membiarkan ODS selalu berada di dalam rumah/kamar dalam waktu lama tidak akan mengangkatnya berada dalam kondisi yang lebih baik. Dan membiarkannya selalu sendirian akan membuatnya makin tenggelam, walau bagi ODS kamar adalah daerah yang sangat nyaman. Bagi keluarga, berinisiatif utk sering mengajaknya keluar rumah adalah hal yang sangat baik. Bertemu dengan keluarga/saudara2 yg lain dlm arisan misalnya sm halnya membuatnya “belajar diluar”. Hanya saja sebagian besar (mungkin) ODS cenderung tidak nyaman berada dalam situasi ramai. Bgm menyiasatinya ? ODS mungkin akan nyaman jika diberi kesibukan atau pengalih perhatian saat berada dalam situasi banyak orang atau ramai, daripada ikut terlibat pembicaraan dalam komunitas yang ramai tsb.
Kalau saya, saya
akan menyibukan diri dgn bermain sama anak-anak yg msh kecil daripada gabung
ngobrol2 dgn orang dewasa dan buat saya ini sangat efektif dlm membuat sy
nyaman. Solusi yg lain bisa jg diambil, yaitu pilihlah salah seorang dari yang
hadir utk menemaninya ngobrol, tentu saja yg orangnya bisa “asyik” dgn si ods
dan jangan sembarang orang. Biasakanlah hal tsb dan ini akan membuatnya senang
& nyaman dgn keberadaannya di lingkungan yg ramai tsb. Pada akhirnya, sy jg
bisa & terbiasa bergabung dgn semuanya..
4.Memberikan/punya tanggung jawab
Penderita atau ODS akan sulit pulih jika diabaikan dalam arti dia merasa tidak dibutuhkan atau tidak merasa punya tanggung jawab apapun dalam keluarga. Maka ODS perlu dilatih untuk punya tanggung jawab (atau mungkinkah dipaksakan utk punya tanggung jawab buat hal2 khusus??). Kalo buat saya pribadi, saya memaksakan diri bahwa saya harus jadi pribadi yang bertanggung jawab……saya sih berpikiran bahwa sejak punya KTP berarti saya punya porsi besar dalam bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri……jadi ODS memang sebuah beban berat tetapi punya tanggung jawab dalam hal2 tertentu tetap jadi keharusan karena nggak akan selamanya-kan keluarga/caregiver jadi tempat berteduh.
Buat yang sudah
bekerja, menurut pengalaman & pemahaman saya (ngga harus sama ya), bekerja
adalah sebagian dari pelepasan energi jiwa juga & ini adalah bagian penting
dari terapi. Ada sesuatu yang agak berbeda bahwa ODS itu mampu bekerja atau
punya usaha, walau buat orang normal sih, bekerja itu hal biasa & memang
harus. Hambatan yang saya hadapi saat bekerja adalah sisa pengaruh obat yang
dikonsumsi malam hari sebelumnya, makanya bangun dari tidur bangun dari tidur
sudah merupakan perjuangan awal buat ODS. Nah, makanya keluarga mesti
bijak-bijak bersikap saat ODS-nya susah bangun tidur untuk bekerja. Menegur
dengan tidak tepat malah akan membuat ODS mungkin kesal & memproteksi diri
dengan terus tidur aja…(nah, istri saya nggak maksa-maksa kalo saya agak males
bangun). Masalah saya yang lain lagi adalah sering kehilangan mood dalam
bekerja, bahkan kerjaan ringanpun malas dikerjakan, tapi kalo mood baik maka
kerjaan banyakpun oke-oke saja. Makanya mood si ODS mesti dijaga baik saat dia
berangkat kerja. Nah, salah satu cara saya jaga mood baik adalah harus cium
anak-istri waktu mau berangkat kerja.
Hal lainnya,
berikan apresiasi yang berbeda untuk ODS setelah kembali bekerja. Orang lain
kan ngga terlalu tahu apa saja yg terjadi dalam dunia kerja yang dihadapi ODS,
karena terkadang masalah sering disimpannya. Kalo yang normal sih, punya
kapasitas atau pola sikap yang lebih kuat dalam menanggung beban masalah dalam
pekerjaan. Dimarahin atasan atau masalah lainpun (dicuekin misalnya) dampaknya
agak besar buat ODS, makanya mungkin banyak ODS yang kurang tahan dalam dunia
kerja.
Saya pernah
ngalamin hampir dalam waktu yang cukup lama seperti dalam kondisi
"jobless", & akirnya hanya menantikan jam makan siang & jam
pulang kerja, karena bĂȘte berat & ingin cepat-cepat tidur pules di rumah.
(tapi sekarang sudah ngga lagi).
Jadi
mempertahankan pekerjaaan tidak semata tugas ODS sendirian, peran keluarga
dalam memotivasi atau sering jadi penampungan curhat ODS mesti optimal bahkan
mesti agak lebih. Jadi pada intinya,berikan apresiasi buat ODS yang bekerja,
karena bekerja atau bertahan kerja atau punya usaha lainnya itu luar biasa buat
ODS. Perubahan kearah positif sekecil apapun mesti disyukuri & dibanggakan
dan nyatakan itu secara tepat kepadanya, pasti itu akan lebih membangun
semangat hidupnya..karena bekerja juga bagian interaksi sosial buat ODS buat
belajar bersikap dengan wajar.
Salam Sahabat
Salam Sehat Jiwa
Sumber : https://www.facebook.com/groups/268049369901885/permalink/553198324720320/