Selasa, 23 Maret 2021

Tired day after all

Senja kali ini berbeda
aku dengannya hanya sekedar menyapa
kita bersua
hanya untuk waktu yang singkat
lelah hari ini
belum terbayar
entah ambyar atau ringan
semua terasa
bimbang
23:41 aku menuliskan ini semua
atas resah dan gulana yang tersingkap
dalam diam
semoga esok
berbahagia
dan selesai semua
segala lelah

Minggu, 19 Februari 2017

Malam menggigil kali ini
Dirimu yang tak sedang disisi
Terwakili dengan penuh arti
Menghangat terasa kubayangkan kau disisi

Senin, 18 Juli 2016

Sedikit Surat dari Aku Buat Kamu Yang Pernah Suka Kamu

Dari aku yang pernah singgah,

Waktu itu kita berkenalan dari tempat yang seharusnya kita tak dapat bersua. Internetpun memperkenalkan kita dan mendekatkan kita. Saat itu kita sudah bertukar banyak cerita dari hal yang berbau kemiripan hingga perbedaan yang sangat besar secara emosional, fisik, ekonomi, bahkan cita-cita. Aku menyadari perbedaan budaya akan membuat jarak yang sangat jauh jika kita bersama. "Leave me or stay with me that is your decision if you really will". Kita sangat menjunjung tinggi untuk tidak saling melukai, ibarat hati yang terluka kedua belah hati kita termasuk yang sangat sulit untuk sehat kembali begitu obrolan kita malam itu. Sampai tiba saat diujung waktu semua akan mengetahui tentang kita. Teman-teman mulai memberi pendapat soal aku bahwa mereka sangat tidak setuju kita bersama. Setelah waktu bergulir menjelang akhir orang tuamu yang gagah nan perkasa yang selalu membiayai dan merawatmu sampai sebesar itu mengingatkanmu untuk menjauhiku karena beliau berpendapat bahwa aku terlalu buruk untukmu.

Kita harus bicara ! via https://www.vemale.com
Beda budaya mampu membuat kita bahkan dari segi kepercayaan diripun berbeda. Aku dengan segala keterbatasan waktu itu menaruh hati padamu dan memperjuangkan sebaiknya. Bahkan soal paras waktu itu sangat aku jadikan sebagai tolak ukur kebahagiaan dalam menjalin hubungan. Membanding-bandingkan diriku dengan lingkungan kamu yang serba ada dan dengan lingkunganku yang serba terbatas dalam segala hal. Belum lagi untukmu yang waktu itu kujadikan sebagai calon wanitaku, kaupun mengenalkanku pada lelaki yang kau sebut riko hadir dalam rumah kecil nan rapuh ini. 
"Oh, I am just a dust from a million mass than him.. If my heart has wrong to choose you as the one.. Please, let it back to me.. I’ll care it again.. I worried if it hurts again and again.. what have you bring is a broken heart.." ,Said a man that time.
Disisi lain memperjuangkan untuk hanya kepada satu orang hatinya berlabuh, disisi lainya malah seperti kau adakan sayembara untuk mendapatkanmu. Waktu itu tiba pada waktunya dimana kesetiaan dipermainkan hanya oleh ketidaktenangan berpikir memilih dengan pilihan yang bijak. Aku memang hanya bisa melemahkan diriku dihadapanmu, namun aku menyadari sesuatu kau bukanlah wanita yang waktu itu mampu membuat hati ini termanja saat semua terbongkar bahwa kau bukanlah sesetia yang dibayangkan. Sudah lelah rasanya dengan semua omong kosong dan permainan ini. Cukup untuk kejadian ini, jika kau ingin pergi silahkan jika ingin tinggal terima kasih. Aku bukanlah pria yang akan terus mengejarmu jika kau tak menginginkan aku disisi. 


Permintaan maaf dariku yang pernah singgah adalah aku meminta maaf jika kehadiranku dulu membuatmu malu dan tertekan didepan teman-temanmu, mengganggu sahabatmu, membuat risih kakakmu dan membuat orang tuamu menjadi lebih was-was. Sudah saatnya aku memulai cerita baru tanpamu hadir didalamnya. Teman-temanku sering menanyakanmu. Terima kasih telah hadir dan mewarnai kanvas kehidupanku.
"Selalu ingatlah aku memang tidak punya apa-apa, aku bermaksud sesungguhnya"

Untuk kamu yang sudah melangkah, Shafira begitu aku dulu memanggilmu.

Ditulis pada tanggal 17 Juni 2015 10:58AM

Rabu, 06 April 2016

Hari Rabuku

Ada banyak cerita setelah sekian lama lari dari semua penulisan cerita ini. Ada banyak kisah yang berisi penyembuhan diri, relaksasi, hingga menempuh cara supaya tetap bisa berbahagia dalam banyak cara menikmari hidup. Syukurnya pagi ini. Mood tidak bagus untuk memulai sesuatu yang sangat antusias dan membutuhkan semangat lebih seperti mengerjakan soal hitungan kali ini.
Rasa mengantuk  dan lelah karena tidur masih menyelimutiku.

Well, menjadi orang yang berbeda terutama di Indonesia bukanlah hal yang mudah dan mungkin begitulah kebiasaan yang ada diseluruh dunia, different is a mistake itu hanya penilaian beberapa orang yang masih mempunyai sisi pandang yang sempit. Manusia memiliki potensi pada masing masing sisi nya. Tidak bisa kita membandingkan potensi yang tidak kita miliki dengan orang yang sangat berpotensi dan berpengalaman dalam potensi itu. Mungkin akan ada pertanyaan, “bukankah semua nya tergantung kemauan kita atas sesuatu?” ya itu benar dan tidak salah.

Beberapa minggu terakhir ini, topik semacam inilah yang selalu menghiasi percakapan antara kami (Aku, Abyan, dan Kemal). Selalu tentang memaksimal kan potensi selama kita masih bersama. Aku dengan segala misiku ingin lebih kurus supaya ideal, Kemal dengan segala misi supaya segera lulus dengan IP yang baik, dan abyan dengan segala kesibukannya ingin mahir dalam hal seni dan lulus gelar elektro.

Meski aku inign kurus bukan berarti aku nggak ingin lulus lho ya.. :D

Masih awal bulan jika ingin membicarakan soal keuangan. Sangatlah tabu membicarakan soal keungan di tanggal muda seperti ini. Tapi tak apalah selagi ada ide untuk menuangkannya pada baris dan kalimat dalam lembaran cerita pagi ini. Sejak 3 bulan yang lalu keuanganku sangatlah mengkhawatirkan. Sejak 3 bulan terkahir kejadian tutup tambal sering aku lakukan sembari bertahan hidup sembari melunasi semua penutupan lubang. 2 bulan terakhir berjalan lancar dan sebulan terakhir inilah yang  penuh gejolak terlalu banyak hal yang dipertanyakan kebutuhan dan keinginan membeli sesuatu.

Mau ngobrolin apalagi ya? Hmm..


Mager Kemageran ini terlalu berlarut-larut hingga tugas sama sekali belum dikerjain. Ada banyak tugas sebenernya hanya saja tubuh ini terlalu malas bergerak sehingga semuanya tertunda.