Dari aku yang pernah singgah,
Waktu itu kita berkenalan dari tempat yang seharusnya kita tak dapat bersua. Internetpun memperkenalkan kita dan mendekatkan kita. Saat itu kita sudah bertukar banyak cerita dari hal yang berbau kemiripan hingga perbedaan yang sangat besar secara emosional, fisik, ekonomi, bahkan cita-cita. Aku menyadari perbedaan budaya akan membuat jarak yang sangat jauh jika kita bersama. "Leave me or stay with me that is your decision if you really will". Kita sangat menjunjung tinggi untuk tidak saling melukai, ibarat hati yang terluka kedua belah hati kita termasuk yang sangat sulit untuk sehat kembali begitu obrolan kita malam itu. Sampai tiba saat diujung waktu semua akan mengetahui tentang kita. Teman-teman mulai memberi pendapat soal aku bahwa mereka sangat tidak setuju kita bersama. Setelah waktu bergulir menjelang akhir orang tuamu yang gagah nan perkasa yang selalu membiayai dan merawatmu sampai sebesar itu mengingatkanmu untuk menjauhiku karena beliau berpendapat bahwa aku terlalu buruk untukmu.Kita harus bicara ! via https://www.vemale.com
Beda budaya mampu membuat kita bahkan dari segi kepercayaan diripun berbeda. Aku dengan segala keterbatasan waktu itu menaruh hati padamu dan memperjuangkan sebaiknya. Bahkan soal paras waktu itu sangat aku jadikan sebagai tolak ukur kebahagiaan dalam menjalin hubungan. Membanding-bandingkan diriku dengan lingkungan kamu yang serba ada dan dengan lingkunganku yang serba terbatas dalam segala hal. Belum lagi untukmu yang waktu itu kujadikan sebagai calon wanitaku, kaupun mengenalkanku pada lelaki yang kau sebut riko hadir dalam rumah kecil nan rapuh ini.
"Oh, I am just a dust from a million mass than him.. If my heart has wrong to choose you as the one.. Please, let it back to me.. I’ll care it again.. I worried if it hurts again and again.. what have you bring is a broken heart.." ,Said a man that time.
Disisi lain memperjuangkan untuk hanya kepada satu orang hatinya berlabuh, disisi lainya malah seperti kau adakan sayembara untuk mendapatkanmu. Waktu itu tiba pada waktunya dimana kesetiaan dipermainkan hanya oleh ketidaktenangan berpikir memilih dengan pilihan yang bijak. Aku memang hanya bisa melemahkan diriku dihadapanmu, namun aku menyadari sesuatu kau bukanlah wanita yang waktu itu mampu membuat hati ini termanja saat semua terbongkar bahwa kau bukanlah sesetia yang dibayangkan. Sudah lelah rasanya dengan semua omong kosong dan permainan ini. Cukup untuk kejadian ini, jika kau ingin pergi silahkan jika ingin tinggal terima kasih. Aku bukanlah pria yang akan terus mengejarmu jika kau tak menginginkan aku disisi.
Permintaan maaf dariku yang pernah singgah adalah aku meminta maaf jika kehadiranku dulu membuatmu malu dan tertekan didepan teman-temanmu, mengganggu sahabatmu, membuat risih kakakmu dan membuat orang tuamu menjadi lebih was-was. Sudah saatnya aku memulai cerita baru tanpamu hadir didalamnya. Teman-temanku sering menanyakanmu. Terima kasih telah hadir dan mewarnai kanvas kehidupanku.
"Selalu ingatlah aku memang tidak punya apa-apa, aku bermaksud sesungguhnya"
