Mau
sepandai pandai tupai melompat tetap saja akan jatuh juga. Begitulah pepatah
itu mengatakan kondisi saat ini. Sejak aku memutuskan untuk kuliah aja daripada
enggak. Sejak saat itu pula kebohongan ini bermula. Mimpi palsu, senyuman
palsu, semangat palsu, kata-kata kiasan digunakan, alasan palsu. Malam ini
semua terbongkar dan terjawab sudah. Apalagi yang bisa aku tutupi dari mereka
berdua. Sudah saatnya benar-benar bangkit. Memang aku malu dengan mereka berdua
yang sudah mencapai satu per satu tangga impiannya. Sedangkan aku, hanya
sembunyi dibalik hitamnya sebuah bayangan yang berdiri tegak disekitarku. Entah
menjadi apa. Hampa, sepi, hambar. Itu yang terasa sekarang. Sudah dua tahun aku
memakai topeng itu semua.dua tahun sudah cukup lama aku terpuruk dalam jurang
ke hampaan itu. They found me that I am
fake person, fake spirit, fake smile. Now, what am I fighting for?
Waktu
aku mendengar melihat merasakan dalam setiap kata kalimat yang tertulis oleh Shafira,
aku merasakan diriku yang dulu. Saat aku mendengar ide-ide Kemal, aku merasakan
itu adalah ide-ideku dulu. Saat aku melihat kebiasaan dan sikap Abyan, aku
merasakan itu adalah kebiasaan dan sikapku dulu. So, who am I for real? I just can feel I am is around me but he was’nt
me. I am really really miss myself in past. Where he was gone? I can’t finding
it out. I need somebody to contact it. “back to me, myself. Where are you? What
are worried about? Why do you fear to show youself, your scream, your revenge?,
you are strong, you can!! Just show me.. how to pick up you from there. Yes,
there somewhere which I can’t reach you.” . I miss you, my dreams.. I miss you
my attitude, I miss you my targets of live, I miss you my real personality, I
miss you my decision, I miss you my mind, I miss you my everything.
6 June, 2015