Rabu, 10 Juni 2015

Masa Pencarian Itu Kembali Dimulai Lagi

Mau sepandai pandai tupai melompat tetap saja akan jatuh juga. Begitulah pepatah itu mengatakan kondisi saat ini. Sejak aku memutuskan untuk kuliah aja daripada enggak. Sejak saat itu pula kebohongan ini bermula. Mimpi palsu, senyuman palsu, semangat palsu, kata-kata kiasan digunakan, alasan palsu. Malam ini semua terbongkar dan terjawab sudah. Apalagi yang bisa aku tutupi dari mereka berdua. Sudah saatnya benar-benar bangkit. Memang aku malu dengan mereka berdua yang sudah mencapai satu per satu tangga impiannya. Sedangkan aku, hanya sembunyi dibalik hitamnya sebuah bayangan yang berdiri tegak disekitarku. Entah menjadi apa. Hampa, sepi, hambar. Itu yang terasa sekarang. Sudah dua tahun aku memakai topeng itu semua.dua tahun sudah cukup lama aku terpuruk dalam jurang ke hampaan itu. They found me that I am fake person, fake spirit, fake smile. Now, what am I fighting for?

Waktu aku mendengar melihat merasakan dalam setiap kata kalimat yang tertulis oleh Shafira, aku merasakan diriku yang dulu. Saat aku mendengar ide-ide Kemal, aku merasakan itu adalah ide-ideku dulu. Saat aku melihat kebiasaan dan sikap Abyan, aku merasakan itu adalah kebiasaan dan sikapku dulu. So, who am I for real? I just can feel I am is around me but he was’nt me. I am really really miss myself in past. Where he was gone? I can’t finding it out. I need somebody to contact it. “back to me, myself. Where are you? What are worried about? Why do you fear to show youself, your scream, your revenge?, you are strong, you can!! Just show me.. how to pick up you from there. Yes, there somewhere which I can’t reach you.” . I miss you, my dreams.. I miss you my attitude, I miss you my targets of live, I miss you my real personality, I miss you my decision, I miss you my mind, I miss you my everything. 

6 June, 2015