Hahaha.. hari ini aku bolos PKn.. Tiba tiba aku melihat dirimu dan aku melihat dari matamu, ayah dan ibumu yang seperti katamu "tidak memperhatikanmu". Saat itu aku ke rumahmu lalu mengajak mu keluar. Lalu, HT yang tersambung dengan mesin penjawab suara klasik dideket jendela dengan kelambu warna putih berdering dan aku loudspeaker, kita mendengarkan berdua. Ayahmu menelponmu siang itu hanya untuk mengingatkan bersih-bersih rumah, cuci piring, dsb tanpa menanyakan kabarmu. Setelah pesan suara berakhir kita berpelukan lalu tertawa terbahak-bahak keluar dari rumah lewat jendela itu. Menuju rumah teman kita. Kita kan tamu. Nah, dirumah itu kita kan becanda bareng-bareng. Tiba-tiba bel depan rumahnya berdentang. Aku lihat dari jendela ternyata teman dia. Kita berpindah tempat dari yang berceloteh di ruang depan menuju ruang tengah. Suasana tampak sederhana dan sejuk, shaf..
Saat aku melihat matamu. aku masuk ke dalamnya. Lalu, tiba-tiba aku melihat wanita setengah baya yang aku anggap ibumu tengah menempuh S2 di malaysia. la mengelola lembaga bimbingan belajar (lbb) disana sejak lbb itu kecil sampai lbb itu besar dan terkenal. Setelah menguasai pasar Malaysia. Beliau mulai nakal dan berusaha menguasai otak-otak muda bangsa ini. Yap, incaran berikutnya adalah pasar Indonesia pinggiran Malaysia.. setelah mata uang mereka(yang tinggal di perbatasana Indo-Malay) di-convert menjadi Ringgit Malaysia. Malaysia akan menyerang negeri ini melalui pendidikannya. Lalu aku kembali melihatmu dan memelukmu sambil berpikir aku menyadari mengapa tadi malam kamu belajar sampe sepagi itu. Demi memandirikan bangsa ini diawali dari diri sendiri.
Yaa.. aku emang peduli sama Pkn. Hanya karena jam kuliah ini terlalu pagi maka aku sering ga bisa bangun. Tema yang sangat aku sukai bahkan sebelum tidur aku baca adalah tentang “Indonesia, Krisis identitas bangsa”.. Itu Mimpiku hingga siang tadi, shaf.. (^_^)
Kamis, 28 Mei 2015
Cerdas Tak Selalu Harus Jago Matematika. Di Antara 10 Kecerdasan Ini, yang Mana yang Kamu Punya?
Ketika kita duduk di bangku sekolah, kita harus bersaing ketat dengan para murid-murid lain untuk mendapatkan nilai tertinggi di semua mata pelajaran. Ada beberapa yang berhasil, namun banyak juga yang hanya menguasai bidang-bidang tertentu. Bahkan tak sedikit pula yang “payah” di pelajaran teori, namun mereka pandai bermain musik, menggambar, maupun jago bermain basket.
Itu karena Tuhan telah memberi kita kelebihan dan kekurangan pada setiap individu, dan karena manusia diciptakan unik. Bahkan dari dua orang kembar pun memiliki sifat dan karakter yang berbeda, meski fisik mereka terlihat sama. Howard Gardner, seorang Profesor di bidang Psikologi dari Universitas Harvard mengatakan bahwa setidaknya ada 10 jenis kecerdasan berbeda. Manakah dari kecerdasan-kecerdasan ini yang kamu punya?
1. Senang menulis dan membaca? Pendengar yang baik dan pandai berbicara? Kecerdasan Linguistik adalah yang kamu punya
Penulis via hipwee.com
Kamu merasa asyik dengan kegiatan menulis, membaca, menyimak, dan berbicara. Kamu melakukan itu semua dengan santai. Kamu juga menghafal informasi dan menambah kosakata. Tak heran jika kamu juga memiliki kemampuan bercerita maupun mendongeng yang mumpuni. Dengan bakat yang kamu punya, bekerja menjadi jurnalis, guru, maupun penulis sangatlah cocok untuk kamu.
Memiliki kecerdasan ini, berarti kamu sama dengan Raditya Dika, Dee Lestari, J.K. Rowling, dan John Green
2. Hidupmu baru terasa lengkap begitu kamu mendengar hentakan dan alunan musik. Jika begitu, mungkin saja kamu memiliki Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musikal via www.eloriente.net
Kamu bisa mendengar nada dan titinada pada suara-suara yang tak memiliki faktor-faktor seperti yang tersebut di atas, seperti deburan ombak, desiran angin, kicauan burung, suara jangkrik, dan bahkan musik klasik.
Kamu mungkin punya bakat dalam memainkan satu atau lebih alat musik, baik hanya dengan mendengarkan maupun lewat instruksi. Kemungkinan besar, bisa jadi kamu menyukai banyak jenis aliran musik. Termasuk musik-musik zaman dulu yang disukai orangtuamu.
Bob Dylan, Ananda Sukarlan, dan Tulus adalah pemilik kecerdasan ini
3. Kamu yang jago berhitung dan selalu mendapat nilai tinggi di Matematika, bisa dipastikan memiliki Kecerdasan Logika Matematika
Suka menulis via harvardpolitics.com
Ketika teman-temanmu banyak yang membenci dan menghindari mata pelajaran satu ini, kamu justru amat sangat menyukai-nya. Mencoba memecahkan soal-soal matematika yang sulit merupakan tantangan dan keasyikan tersendiri bagimu. Kamu secara naluri meletakkan segala sesuatu di tempatnya dan mampu memahami penjumlahan seringkali diluar kepala.
Menghitung deret angka dan memecahkan soal integral adalah hal sepele bagimu. Maka tak heran jika kamu menggemari game dan permainan yang menantang otak seperti catur, sudoku, dan game-game komputer. Jurusan ilmu komputer, statistik, maupun bidang-bidang matematika yang lain cocok untuk kamu dalami.
Yang punya bakat sama denganmu: Albert Einstein, Stephen Hawking, Neil deGrasse Tyson
4. Langsung tahu kalau sebuah rumah atau bangunan kurang simetris? Bisa hafal peta dengan gampang? Bisa jadi kamu punya Kecerdasan Visual Spasial!
Paham dengan ruang dan bentuk via the-works.net
Kalau kamu atlet, kamu hampir bisa menentukan dengan hampir sempurna berapa derajat yang yang dibutuhkan untuk mencetak angka pada permainan hoki atau bola basket. Kamu mampu secara mental memutarbalikkan bentuk-bentuk yang rumit, dan kamu bisa menggambar apa pun yang kamu lihat. Kamu jago membongkar dan merangkaikan kembali barang-barang seperti puzzle,rubik, dan kamu bisa membuat berbagai macam bentuk dari permainan Lego. Penting sekali bagi arsitek seperti Ridwan Kamil atau ahli tata kota memiliki jenis kecerdasan ini,
5. Kecerdasan tubuh kinestetik, adalah kecerdasan yang dimiliki oleh mereka yang mampu menggerakkan tubuh dengan cekatan
Cekatan via www.viliving.com
Kamu jago menangani dan memanipulasi objek dan kamu mampu menggerakkan tubuh dengan anggun dan santai. Kamu suka sekali melatih tubuh hingga mencapai kondisi terbaik, dan kamu bisa menirukan orang lain dengan sempurna. Kamu berbakat dalam kerajinan tangan seperti memahat, menjahit, menenun, dan membuat gerabah. Seniman seperti Saptohoedojo, Affandi, sampai pemahat terkenal Auguste Rodin memiliki kecerdasan tubuh kinestetik ini.
6. Kamu adalah teman yang menyenangkan, dan tempat curhat yang melegakan. Sebabnya, kamu memiliki Kecerdasan Interpersonal
Peka dengan orang lain via my-sweet-winter.blog.cz
Kamu bisa memahami orang lain dengan mudah, serta mampu mengetahui suasana hati dan perasaan mereka. Tak heran jika kamu sering dijadikan sebagai tempat berkeluh kesah oleh teman-temanmu.
Kamu juga memiliki jiwa kepemimpinan tinggi dan kamu adalah seorang mediator yang handal. Kamu bisa menghentikan pertengkaran antara dua temanmu dan masih bisa menjalin hubungan yang baik dengan mereka berdua.
Figur publik yang terkenal memiliki kecerdasan ini: Oprah Winfrey
7. Kecerdasan Intrapersonal dimiliki hanya oleh kamu yang paham betul tentang dirimu sendiri. Biasanya kamu memiliki percaya diri tinggi
Knowing yourself via karing4u.blogspot.com
Banyak orang di luar sana masih suka meniru orang lain dan belum menjadi diri mereka sendiri, para ahli psikologi menyebut mereka-mereka ini sebagai orang yang memiliki krisis identitas.
Berebeda dengan mereka, kamu justru paham betul mengenai dirimu sendiri. Kamu amat mengerti perasaan, mimpi, dan ide yang kamu miliki, dan kamu setia pada tujuan hidupmu, serta yakin akan cita-cita yang akan kamu raih. Kamu suka menulis catatan harian, merenungi pikiran-pikiran yang kamu punya, bahkan tenggelam di dalamnya untuk waktu yang lama karena kamu begitu menikmatinya.
8. Jika berkebun, mendaki gunung, dan suka memelihara binatang adalah hobimu, bisa jadi kamu memiliki Kecerdasan Naturalis
Jungle trek via globetrooper.com
Kamu merasakan adanya kaitan yang dalam antara jagat raya dan penghuninya, baik itu manusia, tumbuhan dan binatang. Kamu suka meneliti dan mengamati dunia luar. Tak heran jika kamu gemar mengeksplorasi hutan belantara, mendaki gunung, bahkan berkebun serta bercocok tanam organik menjadi hobimu. Alih-alih menggunakan pestisida dan obat-obatan kimia berbahaya, kamu lebih memilih cara-cara organik untuk mengusir hama.
Ketika mendengar tentang perusakan hutan serta pencemaran lingkungan, kamu tak hanya diam tak peduli, namun kamu juga ikut berperan menjadi aktivis pecinta lingkungan. Profesi yang cocok untuk kamu yang memiliki tipe-tipe seperti di atas adalah menjadi arkeolog, ahli geologi, ahli botani, maupun peneliti lingkungan.
9. Merenung dan berpikir dalam adalah kebiasaan yang kerapkali kamu lakukan, maka kamu memiliki Kecerdasan Eksistensial
Think via www.priotime.com
Kamu suka sekali bergelut dengan pertanyaan-pertanyaan sulit. Seperti mengapa kita hidup? Mengapa dunia ini tercipta? Dan apa yang akan kita jumpai setelah kita meninggal dunia?
Bisa jadi kamu adalah penggemar berat film-film Christopher Nolan, maupun penggila buku-buku karya Jostein Gaarder. Kamu menyukai segala hal yang memiliki arti dan filosofi. Jika memiliki kecerdasan ini, ilmu filsafat dan teologi mungkin cocok untuk kamu dalami.
10. Kecerdasan Spiritual tak hanya dimiliki oleh mereka para pemuka agama, beberapa dari kamu mungkin memilikinya
Anak Indigo? via www.scotthyoung.com
Anak Indigo adalah sebutan awam yang cocok disematkan kepadamu. Kamu bisa merasakan kehadiran energi lain di sekitarmu. Kamu dapat melihat apa yang tak dapat dilihat oleh orang lain. Tebakanmu seringkali benar, dan firasatmu juga kuat. Terlepas dari apakah kamu sering beribadah atau tidak, namun kamu memilki keyakinan bahwa ‘dunia lain’ itu memang ada. Kamu amat sensitif dan memiliki minat pada hal-hal yang bersifat spiritual dan religius.
Dari sepuluh tipe kecerdasan yang Hipwee sebutkan diatas, adakah salah satu atau beberapa yang mendekati dengan karaktermu?
Penulis : Danar Mustofa
Tanggal Terbit : 24 Maret 2015
Sumber : http://www.hipwee.com/motivasi/cerdas-tak-selalu-harus-jago-matematika-di-antara-10-kecerdasan-ini-yang-mana-yang-kamu-punya/
Mau Belajar Main Gitar Sendiri? Ikuti 9 Tips Ini dan Kamu Nggak Perlu Ikut Kursus Lagi!
Gitar. Alat musik petik satu ini memang cukup populer di kalangan anak muda. Sudah nggak diragukan lagi deh bagaimana kerennya orang yang sedang bermain gitar. Wajahnya terlihat syahdu, jarinya-jarinya juga lentik memainkan lagu. Kurang keren apalagi coba? Pantas saja semua orang berlomba-lomba ingin bisa memainkan alat musik ini.
Tapi, kekerenan yang ditimbulkan ini nggak datang dengan instan, lho. Demi mempelajari alat musik satu ini ada beberapa orang yang bahkan rela merogoh kocek demi ikut kursus dan belajar langsung dari ahlinya.
Eits, tapi jangan khawatir dulu. Buat kamu yang ogah atau tak ada budget buat kursus, gitar bisa dipelajari sendiri kok. Asal tekun dan telaten, kamu juga bisa semahir mereka yang kursus di tempat ternama. Ingin bisa juga? Nih, Hipwee kasih bocoran tipsnya!
1. Sebagai langkah awal, kamu harus tahu posisi bermain gitar yang pas dan nyaman untukmu
Ketahui posisi duduk dan memegang gitar dengan benar via learnguitarfasttips.com
Sebelum mulai berlatih, penting bagimu untuk mengetahui bagaimana posisi bermain dan cara memegang gitar yang benar.
- Duduklah di kursi dengan nyaman. Tegakkan punggung dan bahumu.
- Dekatkan badan gitar ke perut dan dadamu. Lalu pegang bagian leher gitar dengan tangan kiri membentuk huruf V—ibu jari di bagian belakang dan 4 jari sisanya di depan.
- Tahan badan gitar dengan bantuan kaki kananmu. Kemudian, coba tekan-tekan senar secara asal, mulai dari pelan hingga cepat, untuk melatih keseimbangan.
Cobalah terus posisi memegang gitar ini setiap 5 menit sekali untuk membiasakan dan menyeimbangkan diri. Di awal-awal, punggung dan bahumu mungkin akan terasa sakit. Tapi setelah terbiasa, rasa sakit itu nggak akan muncul lagi, kok.
2. Pelajari cara menyetel senar pada gitar. Kalau masihclueless jangan ragu minta bantuan teman
Pelajari cara tuning atau menyetel senar gitar via www.123guitartuner.com
Nggak semua senar gitar langsung mengeluarkan suara merdu saat dipetik, apalagi baru pertama kali dibeli. Untuk itu, senar gitar perlu di-tuning atau disetel supaya tegangannya pas dan menghasilkan suara yang merdu saat dipetik.
Nah, sebagai pemula, belajar bagaimana cara tuning senar gitar itu penting lho, karena bisa membuat telingamu terbiasa mendengar nada yang tepat. Caranya:
- Ketahui nama-nama senar. Dari atas (yang paling tebal) ke bawah (yang paling tipis) urutannya adalah E, A, D, G, B, dan E.
- Atur tuner (putaran yang ada di kepala gitar) sesuai dengan kebutuhanmu. Kalau menginginkan nada yang tinggi, kencangkanlah senar gitarmu. Tapi kalau menginginkan nada rendah, putar saja tuner-nya sampai senar mengendur dengan tepat.
Kencang atau kendurnya senar ini sangat mempengaruhi nada yang akan dihasilkan. Tepat atau tidaknya nada yang dihasilkan bisa kamu ketahui sendiri jika sudah terbiasa mendengarnya. Nah, untuk awalan, kamu bisa minta bantuan temanmu yang sudah mahir untuk mengajarkan bagaimana cara tuning yang tepat. Usahakan kamu hanya minta bantuannya sekali ini saja. Untuk itu, perhatikan dengan baik supaya berikutnya kamu sudah bisa tuning senarmu sendiri.
3. Sekarang saatnya belajar memetik senar. Cari tahu kunci-kunci dasar dalam gitar dan cobalah memainkannya secara tepat
Cari tahu kunci-kunci dasar gitar via www.teachguitar.com
Sudah bisa tuning sendiri? Berarti sekarang saatnya kamu mencari tahu kunci-kunci dasar dalam memainkan gitar. Ada A, Am, B, Bm, D, Dm, E, Em, C, dan juga G. Setiap kuncinya, memiliki cara sendiri untuk dimainkan dan dipetik. Misalnya, saat akan memainkan nada A, hanya senar D-G-B saja yang ditekan dan senar A-D-G-B-E (bagian bawah) saja yang dimainkan atau digenjreng. Senar E paling atas nggak perlu ikut kamu mainkan.
Pengetahuan dasar semacam ini setidaknya sudah kamu ketahui dulu sebelum mulai belajar memainkan kunci-kunci. Kalau bisa, kamu catat sekalian dibuku khusus latihan bermain gitar supaya nggak lupa.
4. Mulailah berlatih memainkan kunci-kunci dasar. Lakukan secara intensif sampai jarimu terbiasa dan kian lihai
Mulai berlatih kunci-kunci dasar via youtube.com
Setelah mencatat semua kunci dasar yang perlu dikuasai, sekarang saatnya kamu mencoba memainkan kunci ini. Ini langkahnya:
- Belajarlah menekan senar pada fret atau logam tegak lurus yang ada di leher gitar. Pastikan kamu hanya merasakan getaran di jari yang menekan senar saja.
- Mulailah memainkan kunci dasar yang sudah kamu catat. Pilih dari yang menurut kamu termudah, misalnya kunci A karena masih berada dalam 1 ruas yang sama.
- Jangan asal genjreng saja. Usahakan kamu bisa menghasilkan nada yang merdu dan jernih.
- Kalau sudah berhasil memainkan 1 kunci dengan jernih, kamu baru boleh berganti memainkan kunci yang lainnya.
Ulangi langkah-langkah tersebut untuk memainkan kunci yang lain. Jika sudah bisa semua, jangan langsung buru-buru ingin memainkan lagu. Berlatihlah lagi selama 1 minggu secara tekun supaya kamu semakin hafal letak kuncinya dan jarimu semakin lihai dalam memainkannya.
5. Supaya kepercayaan dirimu terbangun, cobalah mainkan kunci sambil mengobrol atau menonton TV
Latih kepercayaan dirimu dengan bermain sambil mengobrol via shutterstock.com
Namanya juga masih belajar, wajar kalau kamu sering merasa takut salah. Jadinya, kepalamu selalu menunduk dan terfokus pada pergerakan jari-jari tanganmu, deh. Sebenarnya, kebiasaan seperti ini jangan kamu biarkan karena bisa mengurangi rasa percaya diri untuk memainkan gitar.
Coba deh kamu berlatih memainkan kunci sambil mengobrol atau menonton TV. Perhatianmu akan teralihkan dan nggak lagi terfokus pada pergerakan jari-jari. Cara ini juga bisa melatih jari-jari untuk lebih lihai lagi lho dalam memainkan kunci-kunci gitar.
6. Sebagai awalan, pilih 1 lagu dengan kunci dasar yang mudah lalu pelajari lagu ini dengan tekun
Cobalah mempelajari 1 lagu yang mudah via www.rgt.org
Jarimu sudah mulai lihai dalam memainkan dan berpindah-pindah kunci? Berarti, sekarang saatnya kamu berlatih memainkan sebuah lagu dengan utuh.
Selama ini, mungkin kamu punya 1 buah lagu favorit yang ingin sekali kamu kulik. Tapi jangan terburu-buru harus memainkan lagu tersebut. Ingat, kamu masih belajar. Pilih dulu lagu yang mudah dengan kunci-kunci dasar supaya jarimu lebih terbiasa, misalnya lagu Tak Pernah Padam milik Sandhy Sondhoro atau lagu Lupa-Lupa Ingat milik Kuburan Band. Keduanya termasuk lagu yang mudah dan bisa kamu tekuni sebagai awalan.
7. Saat sudah merasa lancar, tunjukkan permainanmu di hadapan teman dekat atau keluarga. Mintalah komentar, saran, dan kritik yang jujur dari mereka
Tampillah di hadapan teman atau keluarga sebagai evaluasi via www.sterling.edu
Saat sudah merasa berhasil memainkan 1 buah lagu, coba deh kamu tunjukkan permainanmu ini di hadapan keluarga atau teman terdekat. Nggak perlu merasa malu. Feedback berupa komentar, saran, dan kritik yang jujur dari mereka sangatlah kamu perlukan sebagai evaluasi.
Kalau menurut mereka permainanmu sudah baik, kamu bisa mulai berlatih lagu lain dengan kesulitan yang 1 tingkat lebih tinggi. Tapi kalau masih dirasa kurang, latihlah lagi dirimu dalam memainkan lagu tersebut dan tampilkan kembali di hadapan keluarga atau teman dekatmu.
Langkah ini perlu untuk kamu ulang setiap kali sudah berhasil memainkan 1 buah lagu secara utuh. Feedback yang kamu dapatkan dari mereka begitu penting. Bukan hanya untuk evaluasi, tetapi juga melihat sejauh mana permainanmu sudah berkembang.
8. Setiap sudah bisa menguasai 5 lagu dengan baik, ini saatnya “mengulik” kunci 1 buah lagu
Mulailah mencoba mengulik 1 buah lagu via modernguitartuition.com
Coba hitung, sudah berapa lagu yang berhasil kamu mainkan dan kuasai? Kalau sudah ada 5 lagu, berarti sekarang saatnya kamu berlatih mengulik kunci dari sebuah lagu. Mengulik di sini berarti “membongkar” kunci apa saja yang digunakan di lagu tersebut.
Saat mengulik, kamu dilarang untuk “mencontek” atau mencari tahu di internet kunci apa saja yang digunakan. Kamu harus melatih telingamu untuk peka dalam mengenal nada serta kunci gitar, dan inilah salah satu cara yang tepat.
Sebagai awal, pilihlah lagu yang bergenre akustik, karena suara gitarnya terdengar lebih jelas. Kemudian, catatlah kunci yang sudah berhasil kamu kulik di sebuah buku. Setelah itu, cobalah mainkan kunci tersebut dengan gitarmu. Kalau terdengar sama seperti lagu aslinya, berarti kamu telah berhasil melalui tahap ini. Selamat!
9. Yang paling penting, nikmatilah setiap proses yang kamu lalui untuk bisa mahir bermain gitar
NIkmatilah proses belajarmu via takelessons.com
Mempelajari sesuatu yang baru, pasti akan terasa sulit di awalnya. Seperti saat kamu belajar memainkan gitar ini. Tubuhmu memang akan terasa pegal saat awal-awal duduk pada posisi yang benar dan memegang gitar, ujung jari tanganmu akan kapalan, sampai merasa pusing karena tak kunjung mampu menguasai lagu yang kamu pilih. Tapi, kamu jangan sampai menyerah!
Untuk bisa berhasil menguasai alat musik petik ini, bukan cuma latihan yang kamu butuhkan tetapi juga semangat dan keiklhasan untuk menikmati setiap proses yang kamu lalui. Kalau kamu merasa enjoy dan nggak terbebani, pikiranmu akan lebih tenang. Otomatis, kamu akan lebih mudah menerima “pelajaran” bermain gitar dan pastinya akan lebih cepat mahir, deh!
Nah, itu dia 9 tips dari Hipwee untuk membantumu bisa memainkan dan menguasai alat musik gitar. Pastinya, itu hanyalah cara-cara dasar untuk mengawali proses pembelajaran. Kalau ingin lebih jago lagi, kamu cuma perlu melakukan 1 hal: latihan. Jadi, selamat mencoba, ya!
Penulis : Rahmadianti Cynthia
Tanggal terbit : 17 April 2015
Sumber : http://www.hipwee.com/tips/mau-belajar-main-gitar-sendiri-ikuti-9-tips-ini-dan-kamu-nggak-perlu-ikut-kursus-lagi/
Surat Terbuka Untukmu, Mantan Sahabatku
Halo, kamu yang pernah mewarnai hari-hariku dengan canda yang hanya bisa dimengerti kita berdua. Bagaimana kabarmu, cukup baikkah walau kamu tak lagi pernah menegurku?
Memang telah lama kita tak bersua. Kita berpisah jalan dan mencari sahabat pengganti. Surat terbuka yang akan kutulis ini bukan karena aku menyimpan dendam dan mencoba mengungkit masalah yang telah lalu. Aku menuliskannya kembali hanya untuk menyapa, caraku melatih legawa dan berbesar hati. Bagaimanapun, kita pernah dekat bersama, dan dari situ aku mendapat banyak pelajaran berharga.
Walau penampilan luar kita berbeda, isi kepala kita serupa. Aku tak pernah menemukan teman lain yang bisa membuatku begitu terbuka
berawal dari teman sekelas kita makin dekat via www.tumblr.com
Persahabatan kita memang hanya berawal dari teman satu kelas. Dari mulai perbincangan seadanya yang tak jauh-jauh dari mata kuliah serta kerapnya menyelesaikan tugas bersama, kita nyaman bersama. Tak pernah aku “menargetkan” ingin jadi dekat denganmu, atau yang semacamnya.
Kamu merupakan tipe gadis yang sangat gemulai dan pandai merias diri. Kamu tak pernah lupa selalu tampil mempesona dan mengikuti gaya berbusana masa kini. Warna pakaianmu juga didominasi warna-warna feminin dengan bentuk yang manis dan lucu. Tak lupa gincu, bedak, dan kawan-kawannya selalu memiliki porsi penting bagi harimu.
Berbeda halnya denganku. Aku cuek sampai kamu gatal memarahiku setiap hari. Bahkan, warna kaosku juga itu-itu saja, tak jauh dari warna hitam, biru, dan abu-abu. Boro-boro menaburkan bedak wajah, menyisir rambut saja aku sering lupa.
Perbedaan penampilan kita memang besar, jadi siapa yang menyangka bahwa isi kepala kita hampir sama? Apapun bahan obrolannya, aku dan kamu mampu menciptakan alur yang sempurna hingga kita tak pernah mati bosan karena kehabisan bahan. Baru kusadari, dari situlah persahabatan kita berawal.
Perbincangan kita pun tak ada habisnya. Kita selalu berbagi cerita di sela kuliah dan waktu senggang lainnya
kita selalu berbagi cerita bersama via www.tumblr.com
Saat bersamamu, aku selalu merasa nyaman. Obrolan kita terasa tidak ada ujungnya, selalu saja ada topik baru yang akan kita perbincangkan. Mulai hanya sekedar pelajaran, menggunjingkan dosen hingga para manusia yang mondar-mandir di layar kaca, akhirnya kita menyadari bahwa kita memiliki selera musik dan tontonan yang sama. Ah, tahukah kamu? Rasa-rasanya aku menemukan kembali saudara perempuanku yang hilang.
Kita selalu bisa menertawakan apa saja. Dari kelas, koridor, kantin kampus, hingga kamar kos adalah saksi bagaimana kita menertawakan dunia. Bagaimana sudut pandang kita selalu seragam dan hampir sama. Bagaimana kita selalu merasa gembira dan sesekali jumawa, merasa bahwa kita memiliki sahabat sempurna dan terbaik di dunia.
Bahkan aku tak pernah lupa, saat kita sedang berada keramaian dan menemukan hal yang lucu. Kita hanya cukup saling melemparkan pandangan kemudian kita akan mulai tertawa bersama. Tidak ada sepatah kata yang terucap, namun aku paham maksudmu dan kamu juga mampu membaca pikiranku.
Kita memang hampir tak pernah bertengkar, tapi sekali kita bertengkar, persahabatan kita tak pernah sama seperti awal mula. Ya, kita keliru. Di dunia ini memang tak ada yang sempurna, begitu pula persahabatan yang kita pikir akan bertahan hingga kita tua. Ternyata hari-hari yang kita lalui bersama hanya bertahan sekejap saja.
Hingga suatu hari, saat aku jatuh di titik terendah kau pilih meninggalkanku, tak mempedulikan kawanmu satu ini
kau meninggalkanku di titik terendah via insiderdtblog.tumblr.com
Aku sudah lupa tanggal dan bulan ketika kita memutuskan untuk tak lagi menjadi sahabat dekat. Saat itu aku sedang diserang melankolia karena jalinan asmara dengan kekasihku bubar jalan. Aku butuh seseorang untuk dijadikan sandaran. Ku pikir kau akan ada di sana menemaniku, memberikan kata-kata penghiburan, menguatkan. Namun, sosokmu tak ada. Kau mengaku sedang dilanda kesibukan. Hingga petang pun tetap tak kutemui kata-kata penghiburan. Aku berusaha memaklumkan.
Keesokan paginya, saat kantung mataku sedang bengkak-bengkaknya. Kau tetap ceria seperti biasanya. Belum juga kutemui kata penghiburan dari bibirmu. Belakangan aku tahu, kau memilih menghabiskan waktu dengan teman-teman yang lain daripada ada di sampingku.
Kenapa bisa begitu? Tanyaku. Setelah berpikir sederhana aku malah memunculkan tanya: kenapa aku harus terkejut? Bukankah memang selama ini, tak pernah ada di saat aku membutuhkannya? Kita memang saling berbagi gembira, namun tidak dengan duka. Dan ini adalah puncaknya.
Kupikir kau akan sedia mendekap ketika salah satu dari kita babak belur digilas kekejaman dunia. Namun, di saat aku sedang jatuh di pelukan duka, kau menghilang entah kemana.
Aku begitu polos menganggapmu sebagai sahabat baikku, mengira bahwa kau akan selalu sedia bahkan di saat duka menyapa. Namun nyatanya tidak, di persahabatan kita hanya aku lah yang bersedia menjadi teman suka dan dukamu.
Mungkin sebenarnya hanya akulah yang menganggapmu teman dekat, sedangkan kamu tidak.
Tidak ada penyesalan dan dendam di sana, aku bahkan berterimakasih pada Tuhan karena telah membuka mataku akan arti sahabat yang sesungguhnya
terimakasih karena Tuhan telah membuka mataku via pixgood.com
Aku memang memaafkanmu hari itu, namun kemudian hubungan kita tak pernah sama lagi setelahnya. Kamupun tidak pernah ada niat untuk berusaha memperbaiki hubungan. Di saat aku diam karena masih merasa sakit, kaupun hanya berpasrah dan tidak ada keinginan untuk membuat hubungan kita kembali sempurna. Di hari itu aku memahami bahwa persahabatan kita memang sudah berbeda jalan. Mungkin definisi dari sahabat menurut pemahaman kita sangat jauh berbeda.
Aku memang bukan tipe seseorang yang bisa dengan mudah melupakan atau bahkan meninggalkan begitu saja sahabat yang pernah mengisi hari-hariku. Oleh karena itu, kita memang tetap berkawan setelah hari itu, namun tentu saja hubungan kita tak pernah sedekat sebelumnya. Mungkin dulu aku menyematkan sahabat padamu, namun sekarang sekadar kawan saja kurasa sudah cukup.
Terima kasih untukmu, yang telah membuatku mengerti apa arti sahabat yang sebenarnya.
Dariku,
yang dulu pernah menganggapmu sahabat terbaikku
Penulis : Pinka Wima
Tanggal : 25 Mei 2015
Sumber : http://www.hipwee.com/hubungan/surat-terbuka-untukmu-mantan-sahabatku/
Untukmu yang Terpisah Dariku dan Hidup Berbeda Kota. Bersabarlah, Jarak Ini Hanya Sementara
“Kita bakal baik-baik aja ‘kan? Kamu nggak akan lupa kasih aku kabar, ‘kan?”“Hai, Sayang. Kamu tadi makan apa? Tugas kampus udah beres? Mau video call sekarang nggak?”“Aku capek, pengen cerita. Coba ada kamu di sini…”“Sayang.”“Apa?”“Kangen.”
Terpisah berkilo-kilometer jauhnya karena harus hidup berbeda kota, rutinitas yang kita miliki 180 derajat berlainan dari pasangan-pasangan lainnya. Untuk kita, tak ada kemewahan dalam wujud makan bersama setiap malam, atau jalan-jalan menjelajahi tempat baru di akhir pekan. Tak ada pula kalimat sesederhana “Ke bioskop yuk?”, “Besok sibuk, nggak?” atau “Aku demam, nggak bisa keluar kamar. Boleh titip beliin makan siang?”
Jadwal pertemuan kita hanya sekali dalam beberapa bulan — itupun harus didahului rencana yang matang. Tak boleh ada jam temu yang sia-sia karena kesempatan kita bertatap muka tak berlangsung selamanya. Aku jadi terbiasa belajar mendisiplinkan diri. Ah, tak pernah ada hubungan yang membuatku sehemat ini. Tiap pertemuan kita tentu butuh modal, yang tak bisa kukumpulkan jika sembarang menghabiskan uang.
Kedisiplinanku bukan soal uang saja. Namun juga perkara menyelesaikan tugas tepat waktu agar bisa meng-on-kan video call di ponselku dan puas berbicara denganmu. Bagi kita, sesi-sesi video call itu — serta deretan message WhatsApp kita — adalah nyawa. Hal-hal yang begitu remeh bagi ribuan pasangan lainnya.
Namun jujur, tak selamanya aku bisa berpikir baik. Ada saat di mana jarak membuatku cemburu, mencemaskan utuhnya perasaanmu. Kadang lebih mudah bagiku untuk menyerah pada keadaan. Jika bukan karena beberapa hal, mungkin aku tak akan sekuat sekarang.
Aku selalu menyimpan rindu. Hampir apapun kulakukan demi menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu.
“LDR itu banyak positifnya, bebas, lo bisa lebih punya me-time. Daripada sama pacar terus, nggak bosen?”
Tentu itu ada benarnya: setelah kita hidup di kota yang berbeda, aku merasakan “suasana baru” dalam hari-hariku. Tak ada janji kencan nanti sore, artinya bebas berkumpul dengan teman-teman sampai larut malam. Tak harus mengantarmu kemana-mana dan menunggumu berbelanja, artinya waktu lebih banyak untukku menyelami hobi yang sempat lama tak kuurus lagi. Pada awalnya, suasana ini memang cukup kunikmati.
Tapi “sisi positif” itu lambat laun terkikis rindu. Mana bisa aku berkonsentrasi pada hobi yang kutekuni jika lebih dari sekali, kau melintas di bayanganku? Aku pun selalu membayangkan: betapa jauh lebih menyenangkannya, jika kursi kosong di sampingku ditumpangi tubuh mungilmu.
Faktanya aku selalu menyimpan rindu. Hampir apapun kulakukan — kau tahu — demi bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu.
Ada beberapa hiburanku. Pesan darimu, beserta gambar yang kau kirimkan setiap waktu
Selalu ada pesan manis darimu
Tahukah kau apa yang membuatku tersenyum? Bangun di pagi hari dan melihat lampu LED ponsel Lenovo-ku berkedip ungu. Tanpa melihatnya pun aku tahu, itu pesan darimu.
“Bangun, dong.” Kadang pesanmu sesingkat itu.“Heeeeey, banguuuun… ayo video call~~” Tapi kadang, ada pula pesan yang kau taburi emoji-emoji lucu. “Percuma punya HP keren gitu kalau nggak dipakai, Sayang.”“Kupakai main game sama dengerin musik, kok. Bagus, nggak pernah hang. Makasih ya, hahaha.”“Ah, kamu. Nggak lucu ah… Aku kangen, tahu.”
Percakapan sesederhana itulah yang sanggup menyulam senyum di wajahku. Oh, dan tentu aku masih ingat: ponselku ini hadiah darimu. Kau belikan karena kau tak percaya ponsel usangku bisa kupakai “melawan” jarak bersamamu.
“Lucu ya bentuknya? Tipis, gampang kamu bawa kemana-mana,” kau terlihat ceria. Meski matamu sedikit sembab, bekas menangis malam sebelumnya. “Lenovo A6000. Aku belinya murah kok, hahahaha.”Diam-diam kucari harganya di internet. Satu juta tiga ratus ribu, temuku. Setara sepersekian gajimu.“Jangan kamu ilangin ya. Nanti aku kirim fotoku yang banyak, jangan muntah!”
Pagi ini, ada sebuah gambar yang menjadi pesan darimu. Tak butuh waktu downloadterlalu lama sebelum ia muncul di layarku. Foto dirimu, jernih dengan warna yang kaya. Kau terlihat cantik meski tanpa riasan apa-apa.
Ah, betapa kau selalu berusaha ceria. Betapa kau selalu berhasil membuatku berkali-kali jatuh cinta.
Bagaimanapun, aku mesti berlapang dada. Ujian ini adalah demi masa depan kita bersama
Ini hanya untuk sementara
Seperti tadi aku mengaku: aku selalu rindu. Namun aku pun tahu, bukan hubungan yang sehat namanya jika aku tak punya dunia selain dirimu. Itulah yang selalu kuputar di rongga kepala setiap waktu: dalam hari-hari di mana aku merasa rinduku sudah keterlaluan hebatnya. Paling tidak, aku masih punya banyak hal yang bisa kunikmati selagi kau tak ada di sini. Aku pun beruntung, dikelilingi teman-teman sejati.
“Elah, sendirian terus… Apa bedanya kamu sama jomblo kayak kita?”
Aku tertawa saja mendengar lawakan mereka. (Hei, jangan dikira aku tak bisa lagi tertawa!) Kau pun pasti senang mendengar keadaanku relatif baik-baik saja. Aku masih makan dengan lahap, belajar dengan giat, berkumpul dengan teman-teman hingga lupa waktu dan mentari pagi yang mengingatkanku.
Perpisahan ini sementara. Kita lakukan demi masa depan yang lebih baik untuk berdua. Kau selalu berkata, “Aku “meninggalkanmu” bukan untuk bersenang-senang sendiri.” Kau bekerja tanpa lelah, mengejar ambisi. Aku pun berusaha begitu: menyibukkan diri dalam proyek-proyek pribadi serta hobi agar setiap waktuku di sini tak terbuang tanpa arti.
Setiap aku ingin bertemu, kubuka ponselku dan kau akan ada di sana. Meyakinkanku bahwa kita takkan bertekuk lutut pada jarak yang menganga
Apa jadinya jika aku harus mengirim surat setiap rindu?
Setiap rinduku membumbung dan kurasa aku takkan bisa menahannya lagi, aku akan membuka layar ponselku dan di situlah kutemukan dirimu. Kau tersenyum menyapa. Dengan senyummu yang ceria, kau meyakinkanku semua baik-baik saja.
Kadang aku bertanya sendiri: bagaimana bisa orang zaman dulu melalui hubungan jarak jauh mereka? Aku masih beruntung karena hanya tinggal meraih ponselku jika rasa kangen mulai liar. Sedangkan mereka, apa yang bisa diandalkan jika keinginan melepas rindu membakar?
Berjanjilah untuk selalu percaya. Jarak ini bukan apa-apa dibandingkan masa yang sudah menanti kita berdua
Ini hanya sementara. Sebentar, saja
Beratnya hari-hari yang kita lalui saat ini bukannya tanpa balasannya. Andai kita berlapang dada — sedikit lagi saja — pengorbanan kita sekarang tak akan sia-sia. Aku berjanji; dan semoga kau memercayainya.
Ingatkah saat aku dulu pertama kali memintamu menjadi yang ada dalam doaku? Hingga sekarang, aku tak pernah merasa salah telah memilihmu. Kau yang baik hati dan setia. Kau yang sepenuh hati mengejar cita-cita, kau yang selalu ceria. Kau yang membuatku menjadi aku yang seutuhnya.
Jarak kita sekarang bukan apa-apa dibandingkan masa depan yang kita punya bersama. Sebelum terlalu lama, kita akan bertemu lagi. Dan ada saatnya nanti, di masa yang akan datang, aku tidur tak lagi ditemani Lenovo pemberianmu, namun hangatnya tubuhmu. Kita tak akan mengucapkan selamat tinggal — hanya selamat malam.
Sebelum waktu itu tiba, kita harus bahagia dengan apa yang ada. Untuk sekarang, cukup puas dulu dengan handphone di tangan serta doa yang terapal, ya?
Dariku,
Yang setiap pagi menanti pesan baru darimu
Penulis : Tokopedia
Tanggal terbit : Mei 22, 2015
Sumber : http://www.hipwee.com/hubungan/untukmu-yang-terpisah-dariku-dan-hidup-berbeda-kota-sabarlah-jarak-ini-hanya-sementara/
Langganan:
Postingan (Atom)