Sudah terhitung sembilan bulan sejak pertama kali
urbanisasi ke kotany arema ini. Syukur banyak pelajaran kehidupan yang bisa
diambil selama disini. Semua fase ospekpun terlewati dan rasa syukur sudah
lepas dari ospek masih melekat pada kami yang masih maba ini.Sebuah mimpi mulai
terwujud satu persatu saat kita pasrah. Dan satu persatu mimpi mulai pudar dan
gagal untuk dicapai lagi karena penghambaan diri kepada tuhan sangatlah kurang.
Saya cuma ingin bercerita soal satu mimpi yang telah menjadi nyata itu sehingga,
saat ini benar benar aku jalani dalam hidup ini. "Lulus tahun ini, Lulus
UAN, SBMPTN 2013 LOLOS, Kuliah tahun ini" Tulisan ini masih ada dalam
kertas kertas yang mulai usang.
Memang sejak SMA naik tingkat menjadi mimpi -
mimpiku.Mungkin bagi orang lain itu hanya harapan bagi saya itu lebih. Awal
sekolah saya semasa SMA penuh dengan kejutan sehingga saking terkejutnya
anda hanya bisa menertawakan diri anda sendiri. Hidup saya selama SMA benar
benar penuh kejutan. Yap, diawali dengan diterimanya aku pada tahun 2010 untuk
melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas. Sungguh mengesankan dengan
nilai yang sangat minim masih bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya karena
melihat, merasakan pada banyak teman teman saya yang tidak melanjutkan
pendidikan mereka dengan alasan pacaranlah, kerjalah, hamilah, maleslah.
Sungguh alasan yang sangat klasik sekali saat mendengar “pacaran dengan
serius”. Saat mendengar ada yang tidak lanjut karena alasan ekonomi hati saya
sangat miris. Bagaimana orang tuanya menanamkan soal pendidikan pada anaknya,
bagaimana bisa orang tuanya membebankan ekonomi keluarga pada anak yang masih
SMP ini. Kala itu saya hanya bisa terenyuh, kasihan dan hanya bisa berdoa
supaya tuhan selalu menjagamu dan menjadikanmu sholih, dan paling mencengangkan
adalah saat mendengar angkatan saya sudah ada yang hamil. Sungguh hal ini
terjadi ‼ moral remaja, pelecehan seksual, seks bebas benar benar merebak dan
mekar dalam setiap lapisan masyarakat. Saat itu saya berpikir bagaimana itu
bisa terjadi, Bagaimana bisa hingga hamil? Maklum dulu saya adalah orang yang
ga paham ama “begituan” sekarang mah jangan Tanya wkwkw.. becanda kawan..Sebuah
alas an yang tidak logis untuk memberhentikan anak agar tidak sekolah untuk
alasan hami dan malunya keluarga terhadap masyarakat sekitar. Tetap saja
pendidikan itu PENTING ‼. Katakanlah kita tidak bisa menghindari adanya
perkembangan social yang negative seperti itu tapi kita akan selalu mungkin
untuk mencegah hal semacam itu terjadi. Fase menengah pertama sungguh sangat dangerous. Dan yang lebih parah
saya benar benar tercengang saat ada yang mengatakan MALES PADA SEKOLAH ‼.
Bagaimana bisa dia mengatakan seperti itu sedangkan dia tak paham apa yang ia
katakan. Untuk yang ini saya tidak bisa berkomentar ini murni karena ada niat
dari pelakunya waspadalah waspadalah !
Selama menjadi siswa menengah atas tahun pertama. Aku mengalami guncangan, kejutan yang sangat hebat, keras. Aku diterima menjadi siswa akselerasi saat itu. Berita itu sungguh sesuatu sekali :D . selama menjalani masa akselerasi aku ada target untuk mengeksplorasi bagaimana aksel itu, bagaimana perkembangan psikologis mereka, bagaimana cara mereka menyikapi suatu permasalahan, dan sebagainya. Setalah mendapatkan semua informasi dan sudah menimbang nimbang. Aku memutuskan untuk kembali ke kelas regular. Oh ya selama di aksel itu saya menjadi siswa rangking 1 dari bawah lho asal para pembaca tau :D saat pindah ke regularpun nasib tak berubah L . Setahun itu aku menjalani masa penyembuhan dan pengobatan terhadap gangguan jiwa saya. Sungguh berat saat kalian sebagai manusia normal di pagi hari bisa semangat dan ceria. Saya harus selalu minum obat penenang yang menjadikan aku tampak lesu dan lemas sekali. Obat itu biasa bereaksi selama 4 jam sejak obat dikonsumsi. Selama setahun pula saya sering bolos karena kambuh dan itu tak diketahui banyak orang tapi dipahami dan tak cuma diketahui yaitu wali kelasku benar benar saya dibebaskan absen saya. Entah kenapa saat mendengar bahwa saya naik ke fase kedua menengah atas saya masih setengah tidak percaya dan menampar pipi saya dan mencubit pipi saya berharap ini semua bukan mimpi. Naiklah aku ke fase kedua dan disini aku mulai bisa membenahi diri dengan pengendalian imajinasi dan mengurangi konsumsi obat penenang serta mengikuti organisasi guna memperbaiki cara berkomunikasi. Ini fase terindah karena banyak relasi yang terkumpul dan terjalin. Sama seperti fase satu hanya saja jumlah bolos saya karena saya kambuh berkurang. Saya sangat bersyukur soal itu. Dan lebih bersyukur lagi ternyata wali kelasku di fase dua ini sama seperti fase satu. Saya semakin cinta sama wali kelas ini. Mungkin dia adalah tangan tuhan yang dikirim oleh tuhan. Bahkan ibu saya sampai berkata, “Kalo sampai nak, tahun ini kamu naik kelas sungguh sebuah keajaiban mendatangi ibu lagi.” Kata kata ini sungguh menancap pada diri saya hingga akhirnya kejadia itupun datang. Saya hanya bisa menangis terharu. Alay mungkin tapi ini tidfak ada unsur berlebihan. Lebih lebih saat saya mendengar saya naik dan ada yang menjabat tangan saya lalu mengatakan “Selamat ya”. Saya hanya bisa berkata, “Ini semua magic dengan trick tuhan, doa ibu dan usaha bu rita(wali kelas)”. Dan saatnya nai ke fase ketiga. Ini adalah fase puncak klasemen tingkat akhir pada sekolah menengah atas. Sejak masuk di fase ketiga ini intesitas dan total bolos semakin berkurang sekali. Bahkan waktu untuk tidurpun berkurang.hanya karena aku punya mimpi yang lebih gila yaitu ingin diterima di perguruan tinggi terbaik di Nusantara tercinta ini. Institut Teknologi Bandung. Sejak awal saya mulai belajar soal soal, tips and trick agar bisa masuk ke sana. Hingga akhir fase tiga masih memimpikan sana. Hingga akhirnya saya pun tidak sempat belajar soal soal UN sehingga UNku pun menjadi rangking 5 dari bawah L. Saya masih bersyukur saya lulus. SNMPTN boleh gagal tapi mimpi saya yang sangat tinggi mengantarkan saya pada target selanjutnya yaitu kuliah tahun ini. Kenapa? Karena saya lolos sbmptn dan sekali lagi itu keajaiban tuhan. Untuk kalian yang merasa lemah, bodoh, serta masih minder. Percayalah pada keajaiban tuhan dan keberuntungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar